Galeri

PSIKOLOGI PENDIDIKAN : BERPIKIR

RANGKUMAN MATERI
BERPIKIR

A.     PENGERTIAN
Berpikir adalah memanipulasi ataumengelolaatau mentransformasi informasi dalam memori. Ini sering dilakukan untuk membentuk konsep, bernalar dan berpikir secara kritis, membuat keputusan, berpikir kreatif, dan memecahkan masalah.

B.      PENDAPAT BEBERAPA AHLI
1.      PSIKOLOGI ASOSIASI
Mengemukakan bahwa berpikir itu tidak lain dari pada jalannya tanggapan-tanggapan yang dikuasai olehh ukum asosiasi. Aliran psikologi asosiasi berpendapat bahwa dalam alam kejiwaan yang penting adalah terjadinya.
2.      ALIRAN BEHAVIORISME
Berpendapatbahwa “berpikir” adalah gerakan-gerakan reaksi yang dilakukan oleh urat syaraf dan otot-otot bicara. Jadi menurut aliran Behaviorisme berpikir tidaklain adalah bicara.
Jika pada psikologi asosiasi yang merupakan unsur-unsur paling sederhana dalam kejiwaan manusia adalah tanggapan-tanggapan, maka pada behaviorisme unsur yang paling sederhana adalah reflex.
3.      PSIKOLOGI GESTALT
Berpendapat bahwa proses berpikir seperti proses gejala-gejala psikis yang lain – merupakan suatu kebulatan.
Berlainan dengan Behaviorisme, maka penganut psikologi Gestalt memandang berpikir itu merupakan keaktifan psikis alat indra kita.
4.      AHLI PSIKOLOGI SEKARANG
Ahli-ahli psikologi sekarang berpendapat bahwa berpikir pada taraf yang tinggi pada umumnya melalui tahap-tahap sebagai berikut:
Timbulnya masalah yang harus dipecahkan
Mencari dan mengumpulkan fakta-fakta yang bersangkutan dengan pemecahan masalah
Pengolahan dan pencernaan fakta-fakta
Menemukan cara memecahkan masalah
Menilai, menyempurnakan dan mencocokkan hasil pemecahan

C.      MACAM-MACAM BERPIKIR
1.      Berpikir Induktif
Berpikir induktif adalah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari hal-hal spesifik/khusus menuju kepada yang umum. Orang mencari ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu kemudian menarik sebuah kesimpulan
2.      Berpikir Deduktif
Berpikir deduktif adalah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari umum menuju kepada hal-hal spesifik/khusus.
3.      Berpikir Analogis
Analogi berarti persamaan atau perbandingan. Berpikir analogi ialah berpikir dengan jalan menyamakan atau memperbandingkan fenomena-fenomena yang biasa/pernahdialami.
 
D.     HASIL-HASIL PENYELIDIKAN TENTANG BERPIKIR
1.      Oswald Kulpe
Oswald Kulpe dan rekan-rekannya setelah mengadakan eksperimen terhadap mahasiswanya dengan metode introspeksi-eksperimental, mendapatkesimpulan sbb:
¨  Di dalam diri manusia terdapat adanya gejala-gejala psikis yang tidak dapat diragukan.
¨  Pada waktu berpikir, aku atau pribadi orang itu memegang peranan yang penting
¨  Berpikir itu mempunyai arah tujuan yang tertentu
 
2.      Frohn
Frohn dan kawan-kawannya, setelah menyelidiki bagaimana proses dan perkembangan berpikir pada anak-anak yang bisu dan tuli dan membandingkannya dengan anak-anak yang normal, mengambil kesimpulan sbb:
Berpikir ialah bekerja dengan unsur-unsur yang abstrak dan bergerak kearah yang ditentukan oleh soal/masalah yang dihadapi. Tetapi anak-anak kecil, anak-anak yang terbelakang, dan anak-anak yang bisu-tuli, dalam berpikir itu tidak dapat melepaskan diri dari bayang-bayang/tanggapan-tanggapan kongkret.  Karena itu mereka tidak dapat membentuk pikiran-pikiran yang logis dan umum.
Pada anak-anak kecil, berpikirnya dipengaruhi oleh tanggapan-tanggapan yang kongkret yang pernah diamatinya. Sedangkan anak-anak yang bisu-tuli tidak dapat menyusun pengertian karena perkembangan bahasanya terhambat.
Frohn membedakan menjadi 3 tingkatan :
Tingkat lukisan kongkret : dalam tingkat ini bayangan/tanggapan khusus terjadi karena pengamatan dengan alat indra sifatnya masih kongkret.
Tingkat skematis : dalam tingkat ini tanggapan tidak lagi sangat kongkret
Tingkat pengertian abstrak : dalam tingkat ini pengertian-pengertian telah terbagi dalam golongan-golongan dan sifatnya abstrak.

3.      OTTO SELZ & WILWOLL
Dari penyelidikannya terhadap peranan tanggapan dalam proses berpikir, mereka mengambil kesimpulan sbb:
v  Selz
Bahwatanggapan-tanggapan kongkret tidak mempunyai pengaruh sama sekali atau hanya sedikit sekali pengaruhnya dalam proses berpikir. Tanggapan kongkret tidak amat melancarkan dan tidak pula amat merintangi jalannya pikiran.
Pendapat lain yang penting: Berpikir adalah soal kecakapan menggunakan metode-metode menyelesaikan masalah yang dihadapi. Metode-metode ini dapat diajarkan kepada orang lain, asalkan tingkat perkembangan jiwa orang itu telah matang untuk menerimanya.
v  Wilwoll
Bahwa tanggapan-tanggapan kongkret dapat mengganggu dan menghambat jalannya berpikir. Tanggapan-tanggapan kongkret baru berharga sesudah bagian-bagiannya yang tidak perlu telah dihilangkan oleh tenaga jiwa kita, sehingga tinggal sarinya yang asli saja.
Berhubungan dengan kesimpulan Selz tersebut, Prof. Kohnstam nmenyatakan bahwa belajar berpikir adalah mempelajari cara-cara menggolong-golongkan pengalaman-pengalaman yang ada dalam jiwa, sehingga pengalaman/tanggapan-tanggapan yang banyak dan tidak teratur menjadi tersusun merupakan kebulatan-kebulatan yang mudah dikuasai/dimengerti.

Hasil-hasil penyelidikan yang telah disebutkan di atas berpengaruh besar terhadap perbaikan cara-cara mendidik dan mengajar di sekolah-sekolah. Supaya anak dapat berpikir denganbaik, kita perlu memberikan :
Pengetahuan siap : pengetahuan yang sewaktu-waktu siap untuk dipergunakan
Pengertian yang berisi, mengandung arti, dan benar-benar dimengerti oleh anak-anak
Melatih kecakapan yang membentuk skema, yang memungkinkan berpikir secara teratur & sistematis
Soal-soal yang mendorong anak untuk berpikir.

REFERENSI BUKU
Psikologi Pendidikan, Ngalim Purwanto
Psikologi Pendidikan, John W. Santrock

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s